Entri Populer

Jumat, 08 April 2011

Anggota DPR Nonton PORNO


Memalukan seorang anggota DPR tertangkap kamera sedang menonton film porno pada saat sidang paripurna berlangsung.

Foto ini dilansir pertama kali oleh mediaindonesia.com, Jumat (8/4/2011). Sang fotografer menjepret momen ini saat sidang paripurna berlangsung dari atas balkon wartawan.

Agenda sidang yakni tentang pengesahan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) dan pidato penutupan masa sidang III tahun sidang 2010-2011.

Terlihat dari foto, anggota Dewan tersebut menonton berbagai adegan video porno dari kursinya. Video disaksikan dari sebuah tablet.
awalnya foto ini sempat membuat heboh sejumlah jurnalis yang meliput acara sidang berlangsung, namun belakangan baru diketahui Siapakah anggota DPR yang menonton porno melalui layar HP tersebut ternyata berasal dari Fraksi PKS yaitu Bernama Arifinto. Selengkapnya...

DPR YANG ANTI RAKYAT

Rencana Pembangunan Gedung Mewah Anggota Dewan tersebut hanyalah salah satu dari sikap anti rakyat yang ditunjukkan wakil rakyat tersebut dengan tetap ngotot untuk membangun gedung mewahnya dibalik penderitaaan rakyatnya.
Pada awal pelantikan saja wakil rakyat sudah menunjukkan ketidak peduliannya sama rakyat, Hal ini bisa dilihat dalam acara pelantikan wakil rakyat priode 2009-2014 yang lalu mereka wakil rakyat ini seakan tak peduli dengan rakyatnya mereka menghambur-hamburkan uang rakyat sebanyak 11 Milyar hanya untuk acara seremonial dua jam saja untuk acara pelantikan tersebut. Metro TV 7/9/09 memyebutkan biaya untuk pembuatan PIN anggota DPR perorang mencapai Rp.5 juta. Dan biaya 11 milyar tersebut tadi itu baru dari KPU saja. sedangkan dari DPR sendiri, Setjen DPR menganggarkan 26 Milyar atau sekitar Rp.46,5 juta per anggota untuk biaya pindah tugas bagi anggota baru yang terpilih dari daerah. (Kompas.com 09/09/09). Baru beberapa bulan dilantik dan belum menunjukkan kinerjanya, beberapa waktu lalu ramai diberitakan tentang kunjungan para anggota DPR ke beberapa Negara dengan alasan Study banding seperti ke Amerika, Yunani, Afrika Selatan dan sejumlah negara Eropa. Lagi-lagi STUDY BANDING alasan mereka, tetapi dinilai beberapa kalangan lebih merupakan pelesiran para anggota DPR menggunakan uang rakyat. Menurut SEKJEN FORUM INDONESIA untuk Transparansi anggaran Yuna Farhan , Setiap kali kunjungan ke luar negeri, tiap anggota mendapat uang saku sebesar Rp 20 juta hingga 28 Juta ditambah lagi uang repsentasi US$ 2000. Koalisi Masyarakat Sipil memperkirakan, pada tahun 2010 dana study banding DPR telah mencapai Rp 162,94 Milyar dan berpotensi tindak pidana korupsi (Bisnis.com, 16/09/10. lalu apakah ada hasil study banding tersebut yang langsung dirasakan rakyat. tanya saja pada diri sendiri, mungkin jawabannya tidak ada. Kasus diatas hanyalah secuil contoh betapa wakil rakyat ini lebih peduli terhadap dirinya ketimbang terhadap rakyat yang mereka wakili. Faktanya selama ini DPR abai terhadap derita rakyatnya yang menjadi rakyat miskin di negerinya sendiri. saat ini sebagaimana kita ketahui PULUHAN JUTA rakyat di negeri ini masih dihimpit kemiskinan dan kebodohan, Namun tak ada tindakan nyata dari anggota dewan tersebut yang telah berkali-kali study banding ke luar negeri. Malah setali dua tali DPR bersama pemerintah menyetujui APBN anti rakyat yang diajukan pemerintah seperti APBN 2011. Dari hasil analisis Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) terhadap APBN 2011 misalnya ditemukan data bahwa anggaran PELESIRAN anggota dewan membengkak dari rencana Rp 20,9 triliun (RAPBN 2011) menjadi Rp 24,5 Triliun (APBN 2011). Menurut FITRA, Belanja perjalanan adalah belanja yang terus membengkak setiap tahunnya. seperti APBN 2010 pemerintah menetapkan anggara perjalanan Rp.16,2 triliun, lalu membengkak menjadi 19,5 Triliun (Rpublika 17/01/11.
Membengkaknya biaya jalan-jalan anggota tersebut bukan semata karena peran pemerintah melainkan persetujuan dari DPR juga. Jumlah anggaran perjalanan tersebut jauh lebih besar dari anggaran JAMKESMAS 2011 yang hanya Rp 5,6 triliun,padahal anggaran JAMKESMAS tersebut sangat penting dan langsung dirasakan rakyat, tetapi apa mau dikata begitulah kenuyataannya.Menurut FITRA pemerintah justru memengkas belanja fungsi kesehatan dari 19,8 triliun (APBN 2010) menjadi 13,6 triliun (APBN 2011). Anggaran yang dialokasikan untuk penanggulangan GIZI buruk pada balita hanya 209,5 milyar,padahal dari berbagai data di Negeri ini terdapat 4,1 juta balita yang mengalami gizi buruk. berarti jika dialokasikan setiap balita hanya dapat Rp 50 ribuan/ balita/ tahun atau sekita 4 ribuan rupiah / bulan / balita. sungguh ironis.
Disamping itu menurut data pada akhir tahun 2010 tercatat 31,02 juta penduduk negeri ini masih miskin. disisi lain dengan alasan untuk menghemat anggaran, Pemerintah justru memutuskan melakukan pembatasan BBM bersubsidi. ironis rakyat negeri ini mau jadi apa nantinya. Kebijakan pemerintah membatasi bbm bersubsidi selalu menjadi pilihan pemerintah untuk menghemat anggaran tetapi malah menyengsarakan Rakyat.
Selengkapnya...

Tetap Bangun Gedung Baru, DPR Terjangkit Egoisme Kolektif


Egoisme kolektif dinilai telah menjangkiti sebagian besar anggota DPR. Sebab DPR memutuskan melanjutkan pembangunan gedung baru di tengah penolakan yang begitu gencar.
"Parlemen ini sepertinya punya egoisme politik yang kuat dan itu kolektif. Ini sekaligus mendelegitimasi DPR akibat ulah mereka sendiri," ujar pengamat politik UGM, Arie Sudjito, dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (8/4/2011).
DPR yang dinilai keras kepala lantaran tidak memperhatikan aspirasi publik ditengarai akan mendapat resistensi sosial di masyarakat. Sebab bagaimana pun pembangunan gedung merupakan ukuran minimal kepekaan parlemen terhadap aspirasi publik.
"Sekarang kita sedang menunggu proses hukum atas gugatan Fitra dan LSM lainnya terhadap DPR terkait pembangunan gedung ini. Kalau ngotot silakan saja, tapi sepertinya perlawanan aliansi masyarakat sipil akan membesar," sambung Arie.

Kendati Presiden SBY sudah meminta agar jajarannya (di Demokrat) melakukan revisi terkait pembangunan gedung baru pemerintahan dan seandainya tidak memenuhi standar kepatutan mesti dibatalkan, namun hal ini tidak membuat Fraksi Demokrat berubah haluan. Sebagai presiden, tentu SBY tidak bisa berbuat banyak terkait hal ini. Sebab otoritas pembangunan gedung baru DPR berada di tangan Dewan sendiri.

"Sebagai Ketua Dewan Pembina Demokrat, mungkin SBY bisa mempengaruhi Demokrat. Tapi kalau mempengaruhi DPR sepertinya tidak," ucap Arie.

Kamis kemarin, dalam jumpa pers usai rapat konsultasi, Wakil Ketua DPR Anis Matta menyatakan hanya Fraksi PAN dan Gerindra yang menolak rencana pembangunan gedung baru DPR. Dia menyatakan, 7 fraksi lainnya menyatakan setuju. Sementara itu, Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo mempertanyakan alasan partainya diklaim setuju pembangunan gedung baru DPR. Padahal, PDIP minta rencana itu ditunda. PDIP pun akan mengusulkan rapat konsultasi ulang. Sementara, Ketua DPR Marzuki Alie menyesalkan sikap DPR yang berbeda itu.

"Kalau Gerindra kita pahami, karena kemarin jelas-jelas menolak, tapi yang justru kita prihatin kemarin yang mewakili FPDIP jelas mengatakan di dalam rapat konsultasi pimpinan DPR, pimpinan BURT, dan pimpinan fraksi-fraksi, menyatakan PDIP tidak pernah menyatakan menolak. Itu statement. Statement dalam rapat konsultasi kemarin," kata Marzuki.sumber www.detik.com
Selengkapnya...

Gedung DPR Baru dilengkapi Kolam renang dan SPA


Rencana Pembangunan Gedung Mewah Dpr belakangan ini menjadi isu hangat dikalangan masyarakat. Awalnya DPR beralasan karena gedung lama sudah mengalami kemiringan beberapa derajat. sehingga wakil rakyat tersebut menilai bahwa gedung yang ada saat ini sudah tidak memadai dan ruangan masing-masing anggota Dewan sudah terasa sempit, apalagi ada penambahan staf ahli masing-masing anggota dewan disetiap ruangan.
Rencana Awal pembangunan gedung nan mewah ini menelan biaya 1,8 triliun Rupiah woow...jumlah yang sangat besar. tetapi saat masyarakat mempersoalkan biaya yang besar tersebut kemudian wakil rakyat tersebut mendiskonnya lagi menjadi 1,138 Triliun Rupih. bak jualan dipasar saja pakai diskon-diskonan. Gedung baru yang direncanakan anggota DPR tersebut setiap ruangannya seluas 111 meter persegi dengan total biaya setiap ruangan menelan hingga Rp 800 juta. Itu belum termasuk inventaris seperti mebel dan laptop(sumber detiknews.com.Selain itu dalam maket awlnya akan dilengkapi fasilitas layaknya hotel berbintang antara lain kolam renang dan SPA. jika dipikir-pikir untuk siapa ya kolamnya dan SPA nya tersebut, untuk Anak istri angota Dewan kali.
Awalnya tak ada penolakan dari anggota dewan terkait rencana pembangunan gedung nan mewah tersebut. Namun belakangan karena banyak masyarakat yang mengkritisi rencana tersebut, Sebagian Fraksi DPR berbalik arah dengan menolak pembangunan gedung tersebut, tetapi menurut saya itu hanya merupakan upaya pencitraan di mata masyarakat.Pasalnya perubahan sikap yang drastis tersebut terjadi setelah berbagai komponen masyarakat memprotes rencana yang menghambur-hamburjkan uang rakyat tersebut Apalagi jika dilihat kondisi rakyat kita masihbanyak di bawah garis kemiskinan, dan infrastruktur di berbagai daerah masih di ambang tidak wajar seperti jalanan masih banyak disana-sini yang kupak-kapik bak kubangan kerbau, belum lagi masyarakat kita masih banyak yang belum memiliki rumah. ditambah lagi persoalan yang lain seperti anggota dewan yang kerjanya belum setimpal dengan apa yang diharapkan rakyat. Jika waktu sidang saja masih ada yang tidur seperti lirik lagu Iwan Falls.
Meskipun demikian beberapa dari wakil rakyat yang tidak peduli dengan rakyat tersebut masih ngotot akan dibangunnya gedung nan mewah tersebut. Salah satunya adalah ketua DPR Marzuki Alie yang bersikeras bahwa rencana pembangunan telah sesuai prosedur yang benar. Malah ia mempersoalkan sejumlah fraksiyang berubah arah dan sikap dalam masalah itu.Marzuki alie menilai rakyat tidak perlu diikutkan terkait mega proyek gedung bak hotel berbintang tersebut, karena ia menilai rakyat tidak paham" Ini cuma orang-orang elite yang paham yang bisa membahas ini, Rakyat biasa tidak bisa dibawa (dikutip dari beberapa Sumber seperti inilah.com dan detiknews.com 5/4/11.
Selengkapnya...