Entri Populer

Sabtu, 26 Maret 2011

Mengenal BOB SADINO( Mereka Bilang Saya Gila)


Pria berkumis putih dan kerap berpakaian celana pendek dan kemeja lengan pendek yang ujung lengannya tidak dijahit itu adalah Bob Sadino sang konglomerat Indonesia. Bob Sadino lahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan. Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Amsterdam Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami SoejoedBob dan keluarga pindah kembali ke Indonesia. Ia membawa serta 2 Mercedes miliknya,Salah satunya ia jual untuk membeli sebidang tanah.dan mobil satu lagi dia jadikan rental yang dikemudikannya sendiri inilah pekerjaan pertama yang dilakoninya setelah keluar dari perusahaan. Namun sayang, suatu ketika ia mendapatkan kecelakaan yang mengakibatkan mobilnya rusak parah. Karena tak punya uang untuk memperbaikinya, Bob beralih pekerjaan menjadi tukang batu. Gajinya ketika itu hanya Rp.100.

Suatu ketika,sahabatnya menyarankan Bob memelihara ayam untuk melawan depresi yang dialaminya. Bob tertarik. Ketika beternak ayam itulah muncul inspirasi berwirausaha. Bob memperhatikan kehidupan ayam-ayam ternaknya. Ia mendapat ilham, ayam saja bisa berjuang untuk hidup, tentu manusia pun juga bisa. Ketika itu, di Indonesia, ayam kampung masih mendominasi pasar. Bob-lah yang pertama kali memperkenalkan ayam negeri beserta telurnya ke Indonesia. Bob menjual telur-telurnya dari pintu ke pintu. Ketika itu, telur ayam negeri belum populer di Indonesia sehingga barang dagangannya tersebut hanya dibeli oleh bule-bule yang tinggal di sekitar tempat tinggalnya serta beberapa orang Indonesia yang pernah bekerja di luar negeri. Namun seiring berjalannya waktu, telur ayam negeri mulai dikenal sehingga bisnis Bob semakin berkembang. Bob kemudian melanjutkan usahanya dengan berjualan daging ayam. Selain memperkenalkan telur ayam negeri, ia juga merupakan orang pertama yang menggunakan perladangan sayur sistem hidroponik di Indonesia.

Dalam kisahnya waktu itu sebagai pedagang telur tidak jarang pasangan tersebut dimaki pelanggan, pembantu-pembantu orang asing sekalipun. Namun mereka mengaca pada diri sendiri, memperbaiki pelayanan. Perubahan drastis pun terjadi pada diri Bob, dari pribadi feodal menjadi pelayan. Setelah itu, lama kelamaan Bob menjadi pemilik tunggal super market (pasar swalayan) Kem Chicks. Ia selalu tampil sederhana dengan kemeja lengan pendek dan celana pendek.

Bisnis pasar swalayan Bob berkembang pesat, merambah ke agribisnis, khususnya holtikutura, mengelola kebun-kebun sayur mayur untuk konsumsi orang asing di Indonesia. Karena itu ia juga menjalin kerjasama dengan para petani di beberapa daerah.

Bob percaya bahwa setiap langkah sukses selalu diawali kegagalan demi kegagalan. Perjalanan wirausaha tidak semulus yang dikira. Ia dan istrinya sering jungkir balik. Baginya uang bukan yang nomor satu. Yang penting kemauan, komitmen, berani mencari dan menangkap peluang.

Di saat melakukan sesuatu pikiran seseorang berkembang, rencana tidak harus selalu baku dan kaku, yang ada pada diri seseorang adalah pengembangan dari apa yang telah ia lakukan. Kelemahan banyak orang, terlalu banyak mikir untuk membuat rencana sehingga ia tidak segera melangkah. “Yang paling penting tindakan,” kata Bob.

Keberhasilan Bob tidak terlepas dari ketidaktahuannya sehingga ia langsung terjun ke lapangan. Setelah jatuh bangun, Bob trampil dan menguasai bidangnya. Proses keberhasilan Bob berbeda dengan kelaziman, mestinya dimulai dari ilmu, kemudian praktik, lalu menjadi trampil dan profesional.
Menurut Bob, banyak orang yang memulai dari ilmu, berpikir dan bertindak serba canggih, arogan, karena merasa memiliki ilmu yang melebihi orang lain.

Sedangkan Bob selalu luwes terhadap pelanggan, mau mendengarkan saran dan keluhan pelanggan. Dengan sikap seperti itu Bob meraih simpati pelanggan dan mampu menciptakan pasar. Menurut Bob, kepuasan pelanggan akan menciptakan kepuasan diri sendiri. Karena itu ia selalu berusaha melayani pelanggan sebaik-baiknya.

Bob menempatkan perusahaannya seperti sebuah keluarga. Semua anggota keluarga Kem Chicks harus saling menghargai, tidak ada yang utama, semuanya punya fungsi dan kekuatan.

otobiografi :
Nama :
Bob Sadino
Lahir :
Tanjungkarang, Lampung, 9 Maret 1933
Agama :
Islam

Pendidikan :
-SD, Yogyakarta (1947)
-SMP, Jakarta (1950)
-SMA, Jakarta (1953)

Karir :
-Karyawan Unilever (1954-1955)
-Karyawan Djakarta Lloyd, Amsterdam dan Hamburg (1950-1967)
-Pemilik Tunggal Kem Chicks (supermarket) (1969-sekarang)
-Dirut PT Boga Catur Rata
-PT Kem Foods (pabrik sosis dan ham)
-PT Kem Farms (kebun sayur)
Selengkapnya...

Jumat, 25 Maret 2011

Belajar dari Purdi e Chandra


Purdi E Chandra adalah seorang pengusaha di bidang pendidikan beliau adalah sosok yang tidak bisa lepas dari ide bisnis cara gila. Dengan strategi yang gila ini Purdi E Chandra sekarang telah berhasil mengembangkan usahanya yaitu dengan ribuan cabang di seluruh Nusantara, ditambah lagi bisnis-bisnis lainnya. Purdi dalam setiap seminarnya selalu mengulas bahwa kita bisa dengan mudah membangun bisnis tanpa modal uang sepersen pun. Benarkah demikian?
Tetapi tanpa Action tidak akan bisa berhasil seperti yang dilontarkan Purdi E Chandra tentang modal dengkul. Perlu perjuangan yang lebih extra keras dan dua kali lebih tekun jika kita melakukan cara modal dengkul ala Purdi E Chandra. Banyak yang sukses menerapkan cara Purdi E Chandra, dan juga tidak kalah banyak yang gagal menerapkan cara gila ini. Berikut pengalaman sang pengusaha gila ini. Pada akhir 1981, beliau merasa tak puas dengan pola kuliah yang membosankan. beliau nekad meninggalkan kehidupan kampus. Saat itu beliau berpikir, bahwa gagal meraih gelar sarjana bukan berarti gagal dalam mengejar cita-cita lain. Di tahun 1982, beliau kemudian mulai merintis bisnis bimbingan tes Primagama, yang belakangan berubah menjadi Lembaga Bimbingan Belajar Primagama.
Bisnis tersebut beliau jalankan dengan jatuh bangun. Dari awalnya yang sangat sepi peminat – hanya 2 orang – sampai akhirnya peminatnya membludak hingga Primagama dapat membuka cabang di ratusan kota, dan menjadi lembaga bimbingan belajar terbesar di Indonesia.
Dalam kehidupan sosial, memang kegagalan itu adalah sebuah kata yang tidak begitu enak untuk didengar. Kegagalan bukan sesuatu yang disukai, dan suatu kejadian yang setiap orang tidak menginginkannya. Kita tidak bisa memungkiri diri kita, yang nyata-nyata masih lebih suka melihat orang yang sukses dari pada melihat orang yang gagal, bahkan tidak menyukai orang yang gagal.
Maka, bila Anda seorang entrepreneur yang menemui kegagalan dalam usaha, maka jangan berharap orang akan memuji Anda. Jangan berharap pula orang di sekitar anda maupun relasi Anda akan memahami mengapa Anda gagal.
Jangan berharap Anda tidak disalahkan. Jangan berharap juga semua sahabat masih tetap berada di sekeliling Anda. Jangan berharap Anda akan mendapat dukungan moral dari teman yang lain. Jangan berharap pula ada orang yang akan meminjami uang sebagai bantuan sementara. Jangan berharap bank akan memberikan pinjaman selanjutnya.
Mengapa beliau melukiskan gambaran yang begitu buruk bagi seorang entrepreneur yang gagal? Begitulah masyarakat kita, cenderung memuji yang sukses dan menang. Sebaliknya, menghujat yang kalah dan gagal. Kita sebaiknya mengubah budaya seperti itu, dan memberikan kesempatan kepada setiap orang pada peluang yang kedua.
Menurut pengalaman beliau, apabila orang gagal, maka tidak ada gunanya murung dan memikirkan kegagalannya. Tetapi perlu mencari penyebabnya. Dan justru kita harus lebih tertantang lagi dengan usaha yang sedang kita jalani yang mengalami kegagalan itu. Beliau sendiri lebih suka mempergunakan kegagalan atau pengalaman negatif itu untuk menemukan kekuatan-kekuatan baru agar bisa meraih kesuksesan kembali.
Sudah tentu, kasus kegagalan dalam bisnis maupun dunia kerja, saat krisis ekonomi kian merebak dan bertambah. Ribuan orang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan kehilangan mata pencahariannya. Sungguh ironis, seperti halnya kita, suka atau tidak suka, setiap manusia pasti akan mengalami berbagai masalah, bahkan mungkin penderitaan.
Bagi seorang entrepreneur, sebaiknya jangan sampai terpuruk dengan kondisi dan suasana seperti itu. Kita harus berani menghadapi kegagalan, dan ambil saja hikmahnya (kejadian dibalik itu). Mungkin saja kegagalan itu datang untuk memuliakan hati kita, membersihkan pikiran kita dari keangkuhan dan kepicikan, memperluas wawasan kita, serta untuk lebih mendekatkan diri kita kepada Tuhan. Untuk mengajarkan kita menjadi gagah, tatkala lemah. Menjadi berani ketika kita takut. Itu sebabnya mengapa saya juga sepakat dengan pendapat Richard Gere, aktor terkemuka Hollywood, yang mengatakan bahwa kegagalan itu penting bagi karier siapapun.
Mengapa demikian? Karena selama ini banyak orang membuat kesalahan sama, dengan menganggap kegagalan sebagai musuh kesuksesan. Justru sebaliknya, kita seharusnya menganggap kegagalan itu dapat mendatangkan hasil. Ingat, kita harus yakin akan menemukan kesuksesan di penghujung kegagalan.
Ada beberapa sebab dari kegagalan itu sendiri. Pertama, kita ini sering menilai kemampuan diri kita terlalu rendah. Kedua, setiap bertindak, kita sering terpengaruh oleh mitos yang muncul di masyarakat sekitar kita. Ketiga, biasanya kita terlalu “melankolis” dan suka memvonis diri terlebih dahulu, bahwa kita ini dilahirkan dengan nasib buruk. Keempat, kita cenderung masih memiliki sikap, tidak mau atau tidak mau tahu dari mana kita harus memulai kembali suatu usaha.
Dengan mengetahui sebab kegagalan itu, tentunya akan membuat kita yakin untuk bisa mengatasinya. Bila kita mengalami sembilan dari sepuluh hal yang kita lakukan menemui kegagalan, maka sebaiknya kia bekerja sepuluh kali lebih giat. Dengan memiliki sikap dan pemikiran semacam itu, maka akan tetap menjadikan kita sebagai sosok entrepreneur yang selalu optimis akan masa depan. Maka, sebaiknya janganlah kita suka mengukur seorang entrepreneur dengan menghitung berapa kali dia jatuh. Tapi ukurlah, berapa kali ia bangkit kembali.
Demikianlah kisah awal Sang pencipta ide gila ini, sekarang beliau telah menuai hasilnya.
Untuk lebih jelasnya tentang ide gila ini silahkan kunjungi: www.purdiechandra.net
Selengkapnya...

Rabu, 23 Maret 2011

Donald Trump

Donald Trump. Nama ini sudah tidak asing lagi di telinga,beliau adalah seorang wirausahawan yang sukses di Property, Konstruksi, Pertelevisian, Hiburan, Organisasi Trump dan Casino.
Sosok dengan rambut yang aneh dan rautb wajah yang serius. Tapi ternyata Donald Trump pernah merasa menjadi orang yang jauh lebih miskin dari seorang gembel di pinggiran jalan di Manhattan. Ini yang dirasakannya saat hutangnya yang sekitar $90 milyar telah jatuh tempo dan gagal dibayar. Donald melihat seorang pengemis dan berpikir,"Dia lebih kaya $90 milyar dibanding diriku". Tapi kemudian, dengan kepiawaiannya bernegosiasi dan kehandalannya dalam membina hubungan interpersonal, Donald berhasil membayar hutang-hutangnya. Bukan hanya itu, Donald bahkan menjadi lebih kaya lagi dengan aset properti yang tersebar di penjuru dunia.
Donald Trump dalam membangun bisnisnya selalu mempatenkan usahanya dengan namanya sendiri yaitu Trump.
Trump lahir pada tahun 1946 anak dari Fred Trump, ahli pembangunan dan pemasaran Real Estate di New York. Ia memiliki tiga saudara, satu laki-laki dan 2 perempuan. Kakak perempuan tertua dia adalah Maryanne Trump Barry, seorang hakim federal.
Ketika Trump berusia 13 tahun, orangtuanya mengirimnya ke Akademi Militer New York dengan harapan bahwa Donald akan menjadi orang yang tangguh. Hal itu berjalan dengan lancar. Donald meraih penghargaan akademis, bermain futbol pada tahun 1962, sepak bola pada tahun 1963, dan baseball dari tahun 1962 – 1964 dan menjadi kapten tim baseball pada tahun 1964. Ted Tobias, seorang pelatih baseball ternama memberikan Coach’s Award kepada Donald pada tahun 1964. Setelah dipromosikan sebagai seorang Kapten Perwira-S4 pada masa seniornya, Donald dan seorang Perwira Sersan Satu Jeff Donaldson membentuk kelompok yang beranggotakan perwira-perwira.
Trump pernah bersekolah di Universitas Fordham selama 2 tahun sebelum ia pindah ke Wharton School at the University of Pennsylvania. Setelah kelulusannya pada tahun 1968 dengan gelar Sarjana Ekonomi, ia bergabung dengan perusahaan real estate ayahnya.
Di dalam bukunya, Trump : The Art of the Deal, Donald membahas tentang kehidupan universitasnya :
“Setelah saya lulus dari Akademi Militer New York pada tahun 1964, saya pernah berpikir untuk melanjutkan ke sekolah perfilman.. tetapi akhirnya saya memutuskan bahwa real estate adalah bisnis yang jauh lebih baik. Saya mulai dengan masuk ke Universitas Fordham.. tetapi setelah 2 tahun di perguruan tinggi saya berpikir bahwa saya pasti bisa ke jenjang yang lebih tinggi. Saya pun mendaftarkan diri ke Wharton School at the University of Pennsylvania dan saya diterima.. dan sangat senang rasanya setelah lulus. Saya langsung pulang ke rumah dan bekerja bersama ayah saya.”
Trump memulai kariernya di perusahaan ayahnya, The Trump Organization yang berkonsentrasi di bidang penyewaan rumah kelas menengah.
Salah satu proyek pertamanya adalah merenovasi komplek apartemen Swifton Village di Cincinnati, Ohio.
Trump mengubah komplek apartemen 1200 unit dan menaikkan tarif 66% menjadi 100%. Ketika menjual kembali Swifton Village seharga US$ 12 juta, Trump Organization meraup keuntungan sebesar US$ 6 juta.
Pada tahun 1970an, Trump mendapat keuntungan dari Pemerintah kota New York atas pembayaran pajak sebagai ganti krisis keuangan yang dihadapi Hotel Commodore.
Trump juga sukses mengembangkan bidang properti untuk Javits Convention Center. Berkembangnya Javits Convention Center membuat Trump berurusan dengan pemerintah kota New York. Salah satu proyeknya yang bernilai US$ 110 juta ternyata membuat New York membayar antara US$ 750 juta hingga US$ 1 milyar. Trump menawarkan untuk mengganti rugi proyek itu tapi tawarannya ditolak.
Keadaan yang serupa terjadi ketika New York berusaha untuk merenovasi Wollman Rink di Central Park. Sebuah proyek di tahun 1980 yang ditagetkan selesai dalam 2,5 tahun, tetapi hingga tahun 1986 dan US$ 12 juta telah dikeluarkan proyek belum selesai. Trump menawarkan untuk menangani proyek itu dan dia menyelesaikannya dalam waktu 6 bulan dengan dana hanya US$ 2,750,000. Menariknya, selama awal tahun 1980an, Trump mengambil alih usaha jasa Roy Cohn, kepala Senat Komite Permanen pada Penyelidikan ( Senate Permanent Subcommittee on Investigations)
"How to Get Rich" Sebuah buku karangan Donald Trump bersama Meredith McIver. Buku ini adalah cerita yang dipenuhi dengan ide-ide dari Donald Trump tentang apa yang telah dilakukannya untuk menjadi Donald Trump sekarang..

Inilah beberapa cara Donald Trump untuk meraih kekayaan :
-Dream (Mimpi), Dengan memiliki mimpi, kita akan terpacu untuk meraih impian kita tersebut. Seandainya anda ingin mempunyai property banyak, maka anda harus buat suatu impian agar bisa memacu semangat untuk mendapatkan hal tersebut.

-Goal (Tujuan yang jelas). Seperti ibaratnya permainan sepak bola harus mempunyai tujuan yang jelas yaitu membuat gol begitu juga dalam hidup kita harus memiliki tujuan hidup yang jelas agar bisa tercapai goal tersebut.

-Mind set ( Pola piker ) Anda harus mempunyai kebiasaan untuk berpikir suatu hal yang besar. Dengan pola pikir seperti ini akan melahirkan kekuatan untuk melangkah ke arah tujuan. hambatan terbesar dalam hidup untuk membangun kekayaan adalah mempercayai apa yang tidak bisa dijangkau. Pikirkanlah hal yang besar, maka diri Anda akan menjadi orang yang besar juga.

-Kata Hati. Karena kata hati memiliki peran khusus dalam berbagai hal yang di jalani. Trump berpesan "Ikuti suara hatimu, meskipun sesuatu itu terdengar bagus dan indah diatas kertas".

-Melakukan hal-hal disukai. Trump berkata "Saya tidak berhubungan dengan uang. Saya sudah cukup dengan hal itu, jauh lebih dari yang saya butuhkan. Saya melakukannya karena ingin melakukannya."

-Fokus. Ambillah hal yang anda paling sukai dan ingin kerjakan. Dengan memilih satu hal, potensi anda akan maksimal.

-Belajar. Belajar tidak ada kata habisnya dan harus terus menerus belajar untuk mengembangkan kemampuan.


-Jangan hanya Berorientasi pada Uang. Trump pernah berkata "Bagi saya, uang tidak akan pernah menjadi motivator. Ia hanya jalan untuk mempertahankan kemenangan. Bagaimana memainkan permainan itulah kesenangan yang sesungguhnya". Dalam sebuah permainan, orang-orang yang membangun kekayaan karena motivasi uang adalah seorang pemimpi. Sebaliknya, mereka yang senang memainkan permainan akan menang ketimbang mereka yang duduk sambil berkhayal.

-Agenda . Yaitu harus memiliki rencana ke depan yang terencana dan tulislah rencana tersebut berdasarkan target waktu. Lakukan apa yang di tulis dan lakukan evaluasi terhadap apa yang telah di capai dan yang belum tercapai.

-Kreatif. Dalam meraih kesuksesan, tidak harus memiliki semua sumber daya dan kemampuan. Bisa menggunakan metode OPM (Other's People Money), OPT (Other's People Time), dan OPE (Other’s People Experience).
Selengkapnya...

Mengubah Kelemahan Menjadi Kekuatan


Mungkin sebagian besar para pembaca sudah tidak asing lagi dengan istilah “tak ada gading yang tak retak”. Ya, istilah itu sering digunakan masyarakat kita untuk menginformasikan bahwa di dunia ini tidak ada orang yang sempurna, pasti ada kekurangannya. Memang benar istilah tersebut, namun bukan berarti Anda memiliki alasan untuk tidak memperbaiki kekurangan dan tidak mendekati kesempurnaan bukan?Sebagian besar orang akan lebih mudah menuliskan kekurangan yang mereka miliki daripada menuliskan kekuatan apa saja yang ada dalam dirinya. Walaupun setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan berbeda-beda, namun hampir semuanya merasa kesulitan bila mereka ditanya mengenai kekuatan yang dimiliki. Keadaan inilah yang sebenarnya menjadi kelemahan utama Anda. Sebab, selama ini Anda terlalu fokus memikirkan kekurangan yang ada tanpa memperhatikan kekuatan yang bisa Anda manfaatkan untuk mengubah semua kekurangan tersebut menjadi prestasi baru yang menguntungkan.
Sebenarnya mengetahui kekurangan dalam diri kita bukanlah hal yang buruk, bahkan akan menjadi poin positif bila kita memanfaatkan informasi tersebut sebagai motivasi untuk membangun kekuatan. Lalu, bagaimana caranya mengubah kekurangan menjadi kekuatan?
Pertama, belajarlah dari kekurangan Anda. Bila Anda sudah mengetahui kekurangan-kekurangan yang ada dalam diri Anda. Maka sekarang saatnya Anda mengubah kekurangan tersebut menjadi kekuatan bagi diri Anda. Bila Anda merasa tidak memiliki keahlian tertentu untuk memulai usaha, tidak ada salahnya bila Anda mengikuti kursus keterampilan yang Anda minati, mengikuti pelatihan bisnis dari entrepreneur yang sukses dibidangnya, atau menambah pengetahuan dari buku-buku. Jangan hanya terpaku pada kekurangan Anda, paksakan diri untuk mempelajarinya dan ubah yang dulunya “tidak bisa” menjadi “bisa”. Karena semua masalah yang muncul, selalu dilengkapi dengan solusi.
Kedua, fokus pada kekuatan bukan kekurangan. Kebanyakan orang hanya fokus pada kekurangannya saja, saya tidak bisa ini dan saya juga tidak terbiasa itu. Hal itulah yang perlu Anda ubah dari sekarang. Ketahuilah bahwa satu kekuatan diri yang Anda kembangkan dengan fokus, bisa menghapus sepuluh kekurangan yang Anda miliki. Seperti layaknya memulai bisnis, banyak orang lebih fokus memikirkan kekurangan teknis saja dan mengesampingkan kekuatan non-teksnis yang sebenarnya mereka miliki. Padahal bila mereka fokus memperkuat niat dan tekad untuk memulai usaha, maka tidak menutup kemungkinan semua urusan teknis bisa mereka selesaikan dengan baik.
Ketiga, motivasi diri Anda untuk mencapai goal. Biasakan memotivasi diri untuk segera mencapai impian besar yang Anda cita-citakan selama ini. Bayangkan keuntungan-keuntungan yang akan Anda peroleh, setelah mencapai impian besar tersebut. Dengan demikian Anda tidak akan mudah menyerah dengan kekurangan yang ada, dan lebih fokus mencapai goal yang telah ditetapkan. Jangan biarkan kekurangan-kekurangan tersebut menghambat Anda mencapai kesuksesan yang telah Anda impikan selama ini.
Yakinkan diri Anda untuk memulainya dari sekarang, dan pastikan untuk melihat kekurangan Anda bukan hanya dari sisi buruknya saja. Lihatlah kekurangan Anda untuk membangkitkan motivasi diri Anda, agar bisa lebih baik kedepannya. Semoga motivasi diri, ubah kelemahan jadi kekuatan ini, memberikan inspirasi baru bagi Anda yang masih takut dan ragu untuk memulai usaha.
Sumber : bisnisukm.com
Selengkapnya...

Selasa, 22 Maret 2011

Tahukah Anda Siapa Pemilik SUSI AIR


Susi Pudjiastuti
Ingin pinjam uang di Bank dianggap gila, akhirnya jual Cincin dan Perhiasan yang dia punya buat modal bakul ikan. Keputusannya keluar dari sekolah saat masih berusia 17 tahun sangat disesalkan oleh kedua orang tuanya. Namun, berkat keuletan dan kerja kerasnya, kini Susi Pudjiastuti memiliki 50 Pesawat Terbang dan pabrik pengolahan ikan yang berkualitas untuk melayani kebutuhan ekspor.
Namanya Susi Pudjiastuti, Presiden Direktur PT ASI Pudjiastuti yang bergerak di bidang perikanan dan PT ASI Pudjiastuti Aviation yang merupakan operator penerbangan Susi Air. Bukan hanya bahasa Inggris fasih yang keluar dari mulutnya saat berbincang dengan para pilotnya yang bule. Susi – panggilan akrabnya – juga menggunakan bahasa Sunda dan sesekali bahasa Jawa kepada pembantu-pembantunya. Saat ini, wanita kelahiran Pangandaran, 15 Januari 1965 tersebut, memiliki 50 unit pesawat berbagai jenis. Di antaranya adalah Grand Caravan 208B, Piaggio Avanti II, Pilatus Porter, serta Diamond DA 42. Kebanyakan pesawat itu dioperasikan di luar Jawa seperti di Papua dan Kalimantan. “Ada yang disewa. Namun, ada yang dioperasikan sendiri oleh Susi Air. Biasanya dipakai di daerah-daerah perbatasan oleh pemda atau swasta,” jelas wanita yang betis kanannya ditato gambar burung phoenix dengan ekor menjuntai itu.
Bakat bisnis Susi terlihat sejak masih belia. Pendirian dan kemauannya yang keras tergambar jelas saat usia Susi menginjak 17 tahun. Dia memutuskan keluar dari sekolah ketika kelas II SMA. Tak mau hidup dengan cara nebeng orang tua, dia mencoba hidup mandiri. Tapi, kenyataan memang tak semudah yang dibayangkan.
“Cuma bawa ijazah SMP, kalau ngelamar kerja jadi apa saya. Saya nggak mau yang biasa-biasa saja,” ujarnya.
Kerja keras pun dilakoni Susi saat itu. Mulai dari berjualan baju, bed cover, hingga hasil-hasil bumi seperti cengkeh. Setiap hari, Susi harus berkeliling Kota Pangandaran menggunakan sepeda motor untuk memasarkan barang dagangannya. Hingga, dia menyadari bahwa potensi Pangandaran adalah di bidang perikanan.
“Mulailah saya pengen jualan ikan karena setiap hari lihat ratusan nelayan,” tuturnya.
Pada 1983, berbekal Rp 750 ribu hasil menjual perhiasan berupa gelang, kalung, serta cincin miliknya, Susi mengikuti jejak banyak wanita Pangandaran yang bekerja sebagai bakul ikan. Tiap pagi pada jam-jam tertentu, dia nimbrung bareng yang lain berkerumun di TPI (tempat pelelangan ikan).
“Pada hari pertama, saya hanya dapat 1 kilogram ikan, dibeli sebuah resto kecil kenalan saya,” ungkapnya.
Tak cukup hanya di Pangandaran, Susi mulai berpikir meluaskan pasarnya hingga ke kota-kota besar seperti Jakarta. Dari sekadar menyewa, dia pun lantas membeli truk dengan sistem pendingin es batu dan membawa ikan-ikan segarnya ke Jakarta.
“Tiap hari, pukul tiga sore, saya berangkat dari Pangandaran. Sampai di Jakarta tengah malam, lalu balik lagi ke Pangandaran,” ucapnya mengenang pekerjaan rutinnya yang berat pada masa lalu.
Meski sukses dalam bisnis, Susi mengaku gagal dalam hal asmara. Wanita pengagum tokoh Semar dalam dunia pewayangan itu menyatakan sudah tiga kali menikah. Tapi, biduk yang dia arungi bersama tiga suaminya tak sebiru dan seindah Pantai Pangandaran. Semua karam. Dari suaminya yang terakhirlah, Christian von Strombeck, si Wonder Woman ini mendapat inspirasi untuk mengembangkan bisnis penerbangan.
“Dia seorang aviation engineer,” lanjutnya.
Christian merupakan seorang ekspatriat yang pernah bekerja di IPTN (Industri Pesawat Terbang Nusantara yang sekarang bernama PT DI, Red). Awal perkenalannya dengan lelaki asal Prancis itu terjadi saat Christian sering bertandang ke Restoran Hilmans milik Susi di Pantai Pangandaran. Berawal dari perkenalan singkat, Christian akhirnya melamar Susi.
“Restoran saya memang ramai. Sehari bisa 70-100 tamu,” katanya.
Dengan Christian, Susi mulai berangan-angan memiliki sebuah pesawat dengan tujuan utama mengangkut hasil perikanan ke Jakarta. Satu-satunya jalan, lanjut Susi, adalah dengan membangun landasan di desa-desa nelayan.
“Jadi, tangkap ikan hari ini, sorenya sudah bisa dibawa ke Jakarta. Kan cuma sejam,” tegas ibu tiga anak dan satu cucu tersebut.
Berbeda jika harus memakai jalur darat yang bisa memakan waktu hingga sembilan jam. Sesampai di Jakarta, banyak ikan yang mati. Padahal, jika mati, harga jualnya bisa anjlok separuh.
“Kami mulai masukin business plan ke perbankan pada 2000, tapi nggak laku. Diketawain sama orang bank dan dianggap gila.
“Mau beli pesawat USD 2 juta, bagaimana ikan sama udang bisa bayar?”, ujar Susi.
Barulah pada 2004, Bank Mandiri percaya dan memberi pinjaman sebesar USD 4,7 juta (sekitar Rp 47 miliar) untuk membangun landasan, serta membeli dua pesawat Cessna Grand Caravan. Namun, baru sebulan dipakai, terjadi bencana tsunami di Aceh.
“Tanggal 27 kami berangkatkan satu pesawat untuk bantu. Itu jadi pesawat pertama yang mendarat di Meulaboh. Tanggal 28 kami masuk satu lagi. Kami bawa beras, mi instan, air dan tenda-tenda,” ungkapnya.
Awalnya, Susi berniat membantu distribusi bahan pokok secara gratis selama dua minggu saja. Tapi, ketika hendak balik, banyak lembaga non-pemerintah yang memintanya tetap berpartisipasi dalam recovery di Aceh.
“Mereka mau bayar sewa pesawat kami. Satu setengah tahun kami kerja di sana. Dari situ, Susi Air bisa beli satu pesawat lagi,” jelasnya.
Perkembangan bisnis sewa pesawat miliknya pun terus melangit. Utang dari Bank Mandiri sekitar Rp 47 miliar sekarang tinggal 20 persennya.
“Setahun lagi selesai. Tinggal tiga kali cicilan lagi. Dari BRI, sebagian baru mulai cicil. Kalau ditotal, semua (pinjaman dari perbankan) lebih dari Rp 2 triliun. Return of investment (balik modal) kalau di penerbangan bisa 10-15 tahun karena mahal,” katanya.
Susi tak hanya mengepakkan sayap di bisnis pesawat dan menebar jaring di laut. Sekarang, dia pun merambah bisnis perkebunan. Meski begitu, dia mengakui ada banyak rintangan yang harus dilalui.
“Perikanan kita sempat hampir rugi karena tsunami di Pagandaran pada 2005. Kami sempat dua tahun nggak ada kerja perikanan,” tuturnya.
Untuk penerbangan rute Jawa seperti Jakarta-Pangandaran, Bandung-Pangandaran dan Jakarta-Cilacap, Susi menyatakan masih merugi. Sebab, terkadang hanya ada 3-4 penumpang. Dengan harga tiket rata-rata Rp 500 ribu, pendapatan itu tidak cukup untuk membeli bahan bakar.
“Sebulan rute Jawa bisa rugi Rp 300 juta sampai Rp 400 juta. Tapi, kan tertutupi dari yang luar Jawa. Lagian, itu juga berguna untuk mengangkut perikanan kami,” ujarnya.
Susi memang harus mengutamakan para pembeli ikannya, karena mereka sangat sensitif terhadap kesegaran ikan. Sekali angkut dalam satu pesawat, dia bisa memasukkan 1,1 ton ikan atau lobster segar. Pembelinya dari Hongkong dan Jepang setiap hari menunggu di Jakarta.
“Bisnis ikan serta lobster tetap jalan dan bisnis penerbangan akan terus kami kembangkan. Tahun depan kami harap sudah bisa memiliki 60 pesawat,” katanya penuh optimisme. Semoga Kisah Ibu Susi ini bisa memacu semangat Generasi Muda Negeri ini untuk berani berusaha dan mau bekerja keras ! Tidak hanya berharap bisa bekerja sebagai pegawai saja, tetapi justru bisa menciptakan lapangan kerja baru di tengah sempitnya lapangan kerja saat ini…
Sumber : www.semuasaudara.com
Selengkapnya...

Buka Usaha Sebanyak-banyaknya


Memulai bisnis itu memang sulit bagi yang tidak mau merubah gaya hidupnya, modal suatu bisnis itu sebenarnya yang paling utama adalah pola pikir, jika dimulai dengan coba-coba atau dimulai dengan modal seadanya, tempat seadanya, atau dari nol. saya pikir dari memulai yang serba sederhana inilah yang akan memacu kita dan membuat kita semakin cerdas dalam berbisnis. Karena biasanya dalam proses bisnis ini akan memberikan pengalaman dan akan memberikan pengajaran kepada kita untuk berbisnis yang semakin hari makin bisa kita ketahui peluang yang ada untuk mencerdaskan kita dalam dunia usaha.Belajar dari peluang yang ada akan memberikan pengalaman bisnis setiap hari dan kebutuhan akan kemajuan bisnis kita, mulailah kita memberikan strategi usaha dengan manajemen sendiri walaupun itu masih sangat sederhana. Tetapi ini adalah suatu proses untuk kemajuan usahan kita. Dengan membagi-bagi tugas tertentu seperti tugas produksi, pemasaran dll. Yang tujuannya adalah untuk kemajuan usaha kita.
Tentu jika bisnis kita sudah memiliki sistem yang baik maka untuk tujuan yang kita inginkan pun akan cepat terealisasi, bisnis kita tentu akan cepat berkembang dan maju. Biasanya untuk membuka usaha yangke dua atau lebih akan lebih mudah berdasarkan pengalaman yang didapat dari bisnis pertama.
Dengan mempunyai sistem yang baik dalam bisnis kita maka aktifitas kita yang sebelumnya menyita waktu banyak dan sebagai pengusaha harus lebih leluasa waktuny. Banyaknya waktu luang itu, membuat kita sebagai pengusaha akan lebih fokus dalam menciptakan bisnis-bisnis baru. Menciptakan bisnis baru itu berarti kita telah menciptakan sumber penghasilan baru. Jika perusahaan kita memiliki sistem yang baik, maka manajer dan karyawan akan bekerja sesuai dengan apa yang kita inginkan. Sehingga, banyak pekerjaan yang sudah terbagi habis oleh para professional di lingkungan bisnis kita. Dalam hal ini sebagai pengusaha tidak harus fokus karena justru yang harus fokus adalah orang-orang yang mengelola bisnis kita. Hanya mungkin, kita harus ikut fokus di awal berdirinya bisnis tersebut. Setelah bisnis kita kelihatan jalan, yah cari fokus yang lain.
Sebagai pebisnis yang bijaksana sebaiknya kita tidak hanya memiliki satu sumber penghasilan saja. Tetapi bagaimana, kita dapat menciptakan banyak sumber penghasilan. Ibarat kita punya telur sepuluh menetas Sembilan, itu lebih baik dari pada hanya mempunyai satu telur yang menetas. Dengan kita membuat bisnis yang ke-2, ke-3, dan seterusnya, kita berharap mendapatkan penghasilan yang ke-2, ke-3, dan seterusnya. Sehingga, dengan kita memiliki sumber penghasilan, maka kita sebagai pengusaha mempunyai peluang untuk memiliki kebebasan financial.
Semangat kita menciptakan bisnis ke-2, ke-3, dan seterusnya akan punya dampak sosial, yaitu menciptakan lapangan kerja, membagi-bagi keuntungan, dan lain-lain. Artinya, kita sebagai entrepreneur memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Silahkan mencoba!
Sumber www.purdiechandra.net
Selengkapnya...

Senin, 21 Maret 2011

Memulai usaha ala Purdi Chandra


Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia untuk memulai usaha itu sangat susah ketimbang mencari pekerjaan yang makan gaji terbatas malah untuk mendapatkan suatu pekerjaan itu ada yang memakai uang pelicin alias uang sogokan untuk mendapatkan pekerjaan tersebut seperti yang kita ketahui bahwa bukan rahasia umum lagi untuk bisa menjadi PNS untuk starata 1( S1) harus merogoh kocek hingga ratusan juta, nah salah satu yang membuat Negara ini tidak maju yaitu untuk mendapatkan suatu pekerjaan harus mempunyai modal banyak, padahal jika dibandingkan dengan buka usaha dengan asumsi setengah dari modal untuk PNS itu sudah bisa membuka usaha yang banyak dan jika dihitung pendapatannya bisan 10 kali lipat dari pendapatan PNS tersebut. Mari kita simak pengalaman dari bapak Enterpreneur Indonesia Bapak Purdi Chandra seperti yang saya kutip dari web beliau yaitu Untuk memulai usaha itu kita boleh saja menyontek bisnis atau kesuksesan pengusaha lain? Saya kira dalam dunia usaha, itu sah-sah saja. Apalagi bagi kita yang baru belajar memulai usaha. Saya sendiri ketika pertama kali buka usaha sewaktu mahasiswa dulu, saya juga bingung mau usaha apa. Saya lihat, Sky Mulyono sukses besar buka bimbingan belajar di Jakarta. Saya pikir, kenapa saya tidak buka bimbingan belajar di Yogya.
Waktu itu saya belum punya pengalaman bisnis. Pokoknya saya buka saja. Saya tak pernah menghitung-hitung, apakah bisnis itu feasible atau tidak. Karena saya yakin kalau usaha Sky Mulyono bisa sukses, maka saya pun bisa sukses. Pendeknya saya memberanikan membuka usaha bimbingan belajar itu, baru hitungan bisnisnya menyusul. Bukan sebaliknya, kita banyak hitungan bisnis, tapi akhirnya usaha tak pernah muncul-muncul, dan hanya sekedar ide. Akhirnya saya buka bimbingan belajar Primagama. Begitu juga, ketika saya buka restoran Padang Prima Raja, saya juga meniru kesuksesan restoran Padang Sari Ratu di Jakarta.
Ini beda dengan tradisi sistem pendidikan kita di sekolah. Jadi yang namanya nyontek dilarang keras. Padahal, menurut saya orang nyontek itu kratif. Nyontek dalam bisnis itu sah-sah saja. Maka Bambang Rahmadi nyontek membuka McDonald-nya lewat franchise bisa sukses. Begitu juga pengusaha Pizza Hut, Kentucky Fried Chicken, dan masih banyak usaha lainnya.
Usaha mereka makin jadi besar juga bukan karena modal besar. Sebaliknya mereka sukses dari modal kecil. Memang tak sedikit tantangan atau kegagalan yang dialaminya. Tapi semuanya dilalui dengan sabar karena mereka ingin meraih sukses dalam usahanya.
Saya yakin, kita pun bisa demikian. Kalau orang lain maju usahanya, kita semestinya harus maju pula. Oleh karena itu menurut saya “Kita tak usah khawatir dengan resiko bisnis kalaupun itu muncul”. Hadapilah dengan sabar dan penuh percaya diri. Kita harus yakin pada usaha kita.
Memang benar apa yang pernah dikatakan Peter F. Drucker, bahwa, “ Sebenarnya tiap orang dapat belajar jadi entrepreneur sukses”. Sebab untuk jadi entrepreneur tidak ada yang misterius. Buktinya coba kalau kita jeli, sebenarnya peluang bisnis di depan mata kita, yang kita jalankan. Namun, memang akhirnya kembali pada kita. “Beranikah untuk mencoba peluang tersebut?”
Wah luar bisa sekali keberanian pak Purdi Chandra tersebut, bagaimana dengan anda!
Selengkapnya...