"Barang siapa bertakwa kepada Allah, nescaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberi rezeki kepadanya tanpa di sangka-sangka. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, nescaya Allah akan mencukupkannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendakiNya. Sesungguhnya Allah talah mengadakan kententuan bagi tiap-tiap sesuatu” (At-Thalaq:2-3)
Laman
Entri Populer
-
Berdasarkan List yang dikeluarkan Forbes, Rabu pada tanggal 9/3/2011 yang lalu. Pemilik Perusahaan rokok PT. Djarum masih tetap urutan p...
-
Makanan ringan cukup banyak digemari oleh masyarakat kita tak terkecuali kelas atas,Jika di manfaatkan peluang bisnis usaha makanan ringan ...
Rabu, 16 Maret 2011
Budidaya Jagung Hibrida
Tanaman jagung merupakan salah satu jenis tanaman pangan biji-bijian dari keluarga rumput-rumputan. Berasal dari Amerika yang tersebar ke Asia dan Afrika melalui kegiatan bisnis orang-orang Eropa ke Amerika. Sekitar abad ke-16 orang Portugal menyebarluaskannya ke Asia termasuk Indonesia. Orang Belanda menamakannya mais dan orang Inggris menamakannya cornJenis jagung dapat dikelompokkan menurut umur dan bentuk biji.
Menurut umur, dibagi menjadi 3 golongan:
1. Berumur pendek (genjah): 75-90 hari, contoh: Genjah Warangan, Genjah Kertas, Abimanyu dan Arjuna.
2. Berumur sedang (tengahan): 90-120 hari, contoh: Hibrida C 1, Hibrida CP 1 dan CPI 2, Hibrida IPB 4, Hibrida Pioneer 2, Malin,Metro dan Pandu.
3. Berumur panjang: lebih dari 120 hari, contoh: Kania Putih, Bastar, Kuning, Bima dan Harapan.
Menurut bentuk biji, dibagi menjadi 7 golongan:
1. Dent Corn
2. Flint Corn
3. Sweet Corn
4. Pop Corn
5. Flour Corn
6. Pod Corn
7. Waxy Corn
Varietas unggul mempunyai sifat: berproduksi tinggi, umur pendek, tahan serangan penyakit utama dan sifat-sifat lain yang menguntungkan. Varietas unggul ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: jagung hibrida dan varietas jagung bersari bebas.
Nama beberapa varietas jagung yang dikenal antara lain: Abimanyu, Arjuna, Bromo, Bastar Kuning, Bima, Genjah Kertas, Harapan, Harapan Baru, Hibrida C 1 (Hibrida Cargil 1), Hibrida IPB 4, Kalingga, Kania Putih, Malin, Metro, Nakula, Pandu, Parikesit, Permadi, Sadewa, Wiyasa, Bogor Composite-2.
SYARAT PERTUMBUHAN
Tanaman jagung berasal dari daerah tropis yang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan di luar daerah tersebut. Jagung tidak menuntut persyaratan lingkungan yang terlalu ketat, dapat tumbuh pada berbagai macam tanah bahkan pada kondisi tanah yang agak kering. Tetapi untuk pertumbuhan optimalnya, jagung menghendaki beberapa persyaratan.
Iklim
Iklim yang dikehendaki oleh tanaman jagung adalah daerah-daerah beriklim sedang hingga daerah beriklim sub-tropis/tropis yang basah. Jagung dapat tumbuh di daerah yang terletak antara 0-50 derajat LU hingga 0-40 derajat LS.
Pada lahan yang tidak beririgasi, pertumbuhan tanaman ini memerlukan curah hujan ideal sekitar 85-200 mm/bulan dan harus merata. Pada fase pembungaan dan pengisian biji tanaman jagung perlu mendapatkan cukup air. Sebaiknya jagung ditanam diawal musim hujan, dan menjelang musim kemarau.
Pertumbuhan tanaman jagung sangat membutuhkan sinar matahari. Tanaman jagung yang ternaungi, pertumbuhannya akan terhambat dan memberikan hasil biji yang kurang baik bahkan tidak dapat membentuk buah.
Suhu yang dikehendaki tanaman jagung antara 21-34 derajat C, akan tetapi bagi pertumbuhan tanaman yang ideal memerlukan suhu optimum antara 23-27 derajat C. Pada proses perkecambahan benih jagung memerlukan suhu yang cocok sekitar 30 derajat C.
Saat panen jagung yang jatuh pada musim kemarau akan lebih baik daripada musim hujan, karena berpengaruh terhadap waktu pemasakan biji dan pengeringan hasil.
Media Tanam
Jagung tidak memerlukan persyaratan tanah yang khusus. Agar supaya dapat tumbuh optimal tanah harus gembur, subur dan kaya humus.
Jenis tanah yang dapat ditanami jagung antara lain: andosol (berasal dari gunung berapi), latosol, grumosol, tanah berpasir. Pada tanah-tanah dengan tekstur berat (grumosol) masih dapat ditanami jagung dengan hasil yang baik dengan pengolahan tanah secara baik. Sedangkan untuk tanah dengan tekstur lempung/liat (latosol) berdebu adalah yang terbaik untuk pertumbuhannya.
Keasaman tanah erat hubungannya dengan ketersediaan unsur-unsur hara tanaman. Keasaman tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman jagung adalah pH antara 5,6-7,5.
Tanaman jagung membutuhkan tanah dengan aerasi dan ketersediaan air dalam kondisi baik.
Tanah dengan kemiringan kurang dari 8 % dapat ditanami jagung, karena disana kemungkinan terjadinya erosi tanah sangat kecil. Sedangkan daerah dengan tingkat kemiringan lebih dari 8 %, sebaiknya dilakukan pembentukan teras dahulu.
2. Ketinggian Tempat
Jagung dapat ditanam di Indonesia mulai dari dataran rendah sampai di daerah pegunungan yang memiliki ketinggian antara 1000-1800 m dpl. Daerah dengan ketinggian antara 0-600 m dpl merupakan ketinggian yang optimum bagi pertumbuhan tanaman jagung.
Benih
Benih yang akan digunakan sebaiknya bermutu tinggi, baik mutu genetik, fisik maupun fisiologinya. Berasal dari varietas unggul (daya tumbuh besar, tidak tercampur benih/varietas lain, tidak mengandung kotoran, tidak tercemar hama dan penyakit). Benih yang demikian dapat diperoleh bila menggunakan benih bersertifikat. Pada umumnya benih yang dibutuhkan sangat bergantung pada kesehatan benih, kemurnian benih dan daya tumbuh benih.
Penggunaan benih jagung hibrida biasanya akan menghasilkan produksi yang lebih tinggi. Tetapi harga benihnya yang lebih mahal dan hanya dapat digunakan maksimal 2 kali turunan dan tersedia dalam jumlah terbatas. Beberapa varietas unggul jagung untuk dipilih sebagai benih adalah: Hibrida C 1, Hibrida C 2, Hibrida Pioneer 1, Pioneer 2, IPB 4, CPI-1, Kaliangga, Wiyasa, Arjuna, Baster kuning, Kania Putih, Metro, Harapan, Bima, Permadi, Bogor Composite, Parikesit, Sadewa, Nakula. Selain itu, jenis-jenis unggul yang belum lama dikembangkan adalah: CPI-2, BISI-1, BISI-2, P-3, P-4, P-5, C-3, Semar 1 dan Semar 2 (semuanya jenis Hibrida).
Penyiapan Benih
Benih dapat diperoleh dari penanaman sendiri yang dipilih dari beberapa tanaman jagung yang sehat pertumbuhannya. Dari tanaman terpilih, diambil yang tongkolnya besar, barisan biji lurus dan penuh tertutup rapat oleh klobot, dan tidak terserang oleh hama penyakit. Tongkol dipetik pada saat lewat fase matang fisiologi dengan ciri: biji sudah mengeras dan sebagian besar daun menguning. Tongkol dikupas dan dikeringkan hingga kering betul. Apabila benih akan disimpan dalam jangka lama, setelah dikeringkan tongkol dibungkus dan disimpan dan disimpan di tempat kering. Dari tongkol yang sudah kering, diambil biji bagian tengah sebagai benih. Biji yang terdapat di bagian ujung dan pangkal tidak digunakan sebagai benih. Daya tumbuh benih harus lebih dari 90%, jika kurang dari itu sebaiknya benih diganti. Benih yang dibutuhkan adalah sebanyak 20-30 kg/ha.
Pemindahan Benih
Sebelum benih ditanam, sebaiknya dicampur dulu dengan fungisida seperti Benlate untuk menangkal serangan jamur. Sedangkan bila diduga akan ada serangan lalat bibit dan ulat agrotis, sebaiknya benih dimasukkan ke dalam lubang bersama-sama dengan insektisida butiran dan sistemik seperti Furadan 3 G.
Pengolahan Media Tanam
Dilakukan dengan cara membalik tanah dan memecah bongkah tanah agar diperoleh tanah yang gembur untuk memperbaiki aerasi. Tanah yang akan ditanami (calon tempat barisan tanaman) dicangkul sedalam 15-20 cm, kemudian diratakan. Tanah yang keras memerlukan pengolahan yang lebih banyak. Pertama-tama tanah dicangkul/dibajak lalu dihaluskan dan diratakan.
Pembukaan Lahan
Pengolahan lahan diawali dengan membersihkan lahan dari sisa sisa tanaman sebelumnya. Bila perlu sisa tanaman yang cukup banyak dibakar, abunya dikembalikan ke dalam tanah, kemudian dilanjutkan dengan pencangkulan dan pengolahan tanah dengan bajak.
Pembentukan Bedengan
Setelah tanah diolah, setiap 3 meter dibuat saluran drainase sepanjang barisan tanaman. Lebar saluran 25-30 cm dengan kedalaman 20 cm. Saluran ini dibuat terutama pada tanah yang drainasenya jelek.
Pengapuran
Di daerah dengan pH kurang dari 5, tanah harus dikapur. Jumlah kapur yang diberikan berkisar antara 1-3 ton yang diberikan tiap 2-3 tahun. Pemberian dilakukan dengan cara menyebar kapur secara merata atau pada barisan tanaman, sekitar 1 bulan sebelum tanam. Dapat pula digunakan dosis 300 kg/ha per musim tanam dengan cara disebar pada barisan tanaman.
Pemupukan
Apabila tanah yang akan ditanami tidak menjamin ketersediaan hara yang cukup maka harus dilakukan pemupukan. Dosis pupuk yang dibutuhkan tanaman sangat bergantung pada kesuburan tanah dan diberikan secara bertahap. Anjuran dosis rata-rata adalah: Urea=200-300 kg/ha, TSP=75-100 kg/ha dan KCl=50-100 kg/ha. Adapun cara dan dosis pemupukan untuk setiap hektar:
Pemupukan dasar: 1/3 bagian pupuk Urea dan 1 bagian pupuk TSP diberikan saat tanam, 7 cm di parit kiri dan kanan lubang tanam sedalam 5 cm lalu ditutup tanah;
Susulan I: 1/3 bagian pupuk Urea ditambah 1/3 bagian pupuk KCl diberikan setelah tanaman berumur 30 hari, 15 cm di parit kiri dan kanan lubang tanam sedalam 10 cm lalu di tutup tanah;
Susulan II: 1/3 bagian pupuk Urea diberikan saat tanaman berumur 45 hari.
Teknik Penanaman
Penentuan Pola Tanaman
Pola tanam di daerah tropis seperti di Indonesia, biasanya disusun selama 1 tahun dengan memperhatikan curah hujan (terutama pada daerah/lahan yang sepenuhnya tergantung dari hujan. Beberapa pola tanam yang biasa diterapkan adalah sebagai berikut:
Tumpang sari (intercropping), melakukan penanaman lebih dari 1 tanaman (umur sama atau berbeda). Contoh: tumpang sari sama umur seperti jagung dan kedelai; tumpang sari beda umur seperti jagung, ketela pohon, padi gogo.
Tumpang gilir (Multiple Cropping), dilakukan secara beruntun sepanjang tahun dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain untuk mendapat keuntungan maksimum. Contoh: jagung muda, padi gogo, kacang tanah, ubi kayu.
Tanaman Bersisipan (Relay Cropping): pola tanam dengan cara menyisipkan satu atau beberapa jenis tanaman selain tanaman pokok (dalam waktu tanam yang bersamaan atau waktu yang berbeda). Contoh: jagung disisipkan kacang tanah, waktu jagung menjelang panen disisipkan kacang panjang.
Tanaman Campuran (Mixed Cropping): penanaman terdiri atas beberapa tanaman dan tumbuh tanpa diatur jarak tanam maupun larikannya, semua tercampur jadi satu Lahan efisien, tetapi riskan terhadap ancaman hama dan penyakit. Contoh: tanaman campuran seperti jagung, kedelai, ubi kayu.
Pembuatan Lubang Tanam
Lubang tanam dibuat dengan alat tugal. Kedalaman lubang perlu di perhatikan agar benih tidak terhambat pertumbuhannya. Kedalaman lubang tanam antara: 3-5 cm, dan tiap lubang hanya diisi 1 butir benih.
Jarak tanam jagung disesuaikan dengan umur panennya, semakin panjang umurnya, tanaman akan semakin tinggi dan memerlukan tempat yang lebih luas. Jagung berumur dalam/panjang dengan waktu panen ³ 100 hari sejak penanaman, jarak tanamnya dibuat 40x100 cm (2 tanaman /lubang). Jagung berumur sedang (panen 80-100 hari), jarak tanamnya 25x75 cm (1 tanaman/lubang). Sedangkan jagung berumur pendek (panen <>
Cara Penanaman
Pada jarak tanam 75 x 25 cm setiap lubang ditanam satu tanaman. Dapat juga digunakan jarak tanam 75 x 50 cm, setiap lubang ditanam dua tanaman.
Tanaman ini tidak dapat tumbuh dengan baik pada saat air kurang atau saat air berlebihan. Pada waktu musim penghujan atau waktu musim hujan hampir berakhir, benih jagung ini dapat ditanam. Tetapi air hendaknya cukup tersedia selama pertumbuhan tanaman jagung. Pada saat penanaman sebaiknya tanah dalam keadaan lembab dan tidak tergenang. Apabila tanah kering, perlu diairi dahulu, kecuali bila diduga 1-2 hari lagi hujan akan turun. Pembuatan lubang tanaman dan penanaman biasanya memerlukan 4 orang (2 orang membuat lubang, 1 orang memasukkan benih, 1 orang lagi memasukkan pupuk dasar dan menutup lubang). Jumlah benih yang dimasukkan per lubang tergantung yang dikehendaki, bila dikehendaki 2 tanaman per lubang maka benih yang dimasukkan 3 biji per lubang, bila dikehendaki 1 tanaman per lubang, maka benih yang dimasukkan 2 butir benih per lubang.
Lain-lain
Di lahan sawah irigasi, jagung biasanya ditanam pada musim kemarau. Di sawah tadah hujan, ditanam pada akhir musim hujan. Di lahan kering ditanam pada awal musim hujan dan akhir musim hujan.
Pemeliharaan
Dengan penjarangan maka dapat ditentukan jumlah tanaman per lubang sesuai dengan yang dikehendaki. Apabila dalam 1 lubang tumbuh 3 tanaman, sedangkan yang dikehendaki hanya 2 atau 1, maka tanaman tersebut harus dikurangi. Tanaman yang tumbuhnya paling tidak baik, dipotong dengan pisau atau gunting yang tajam tepat di atas permukaan tanah. Pencabutan tanaman secara langsung tidak boleh dilakukan, karena akan melukai akar tanaman lain yang akan dibiarkan tumbuh. Penyulaman bertujuan untuk mengganti benih yang tidak tumbuh/mati. Kegiatan ini dilakukan 7-10 hari sesudah tanam. Jumlah dan jenis benih serta perlakuan dalam penyulaman sama dengan sewaktu penanaman. Penyulaman hendaknya menggunakan benih dari jenis yang sama. Waktu penyulaman paling lambat dua minggu setelah tanam.
Penyiangan
Penyiangan bertujuan untuk membersihkan lahan dari tanaman pengganggu (gulma). Penyiangan dilakukan 2 minggu sekali. Penyiangan pada tanaman jagung yang masih muda biasanya dengan tangan atau cangkul kecil, garpu dan sebagainya. Yang penting dalam penyiangan ini tidak mengganggu perakaran tanaman yang pada umur tersebut masih belum cukup kuat mencengkeram tanah. Hal ini biasanya dilakukan setelah tanaman berumur 15 hari.
Pembumbunan
Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan dan bertujuan untuk memperkokoh posisi batang, sehingga tanaman tidak mudah rebah. Selain itu juga untuk menutup akar yang bermunculan di atas permukaan tanah karena adanya aerasi. Kegiatan ini dilakukan pada saat tanaman berumur 6 minggu, bersamaan dengan waktu pemupukan. Caranya, tanah di sebelah kanan dan kiri barisan tanaman diuruk dengan cangkul, kemudian ditimbun di barisan tanaman. Dengan cara ini akan terbentuk guludan yang memanjang. Untuk efisiensi tenaga biasanya pembubunan dilakukan bersama dengan penyiangan kedua yaitu setelah tanaman berumur 1 bulan.
Pemupukan
Dosis pemupukan jagung untuk setiap hektarnya adalah pupuk Urea sebanyak 200-300 kg, pupuk TSP/SP 36 sebanyak 75-100 kg, dan pupuk KCl sebanyak 50-100 kg. Pemupukan dapat dilakukan dalam tiga tahap. Pada tahap pertama (pupuk dasar), pupuk diberikan bersamaan dengan waktu tanam. Pada tahap kedua (pupuk susulan I), pupuk diberikan setelah tanaman jagung berumur 3-4 minggu setelah tanam. Pada tahap ketiga (pupuk susulan II), pupuk diberikan setelah tanaman jagung berumur 8 minggu atau setelah malai keluar.
Pengairan dan Penyiraman
Setelah benih ditanam, dilakukan penyiraman secukupnya, kecuali bila tanah telah lembab. Pengairan berikutnya diberikan secukupnya dengan tujuan menjaga agar tanaman tidak layu. Namun menjelang tanaman berbunga, air yang diperlukan lebih besar sehingga perlu dialirkan air pada parit-parit di antara bumbunan tanaman jagung.
Waktu Penyemprotan Pestisida
Penggunaan pestisida hanya diperkenankan setelah terlihat adanya hama yang dapat membahayakan proses produksi jagung. Adapun pestisida yang digunakan yaitu pestisida yang dipakai untuk mengendalikan ulat. Pelaksanaan penyemprotan hendaknya memperlihatkan kelestarian musuh alami dan tingkat populasi hama yang menyerang, sehingga perlakuan ini akan lebih efisien.
Hama dan Penyakit
Gejala: daun berubah warna menjadi kekuning-kuningan; di sekitar bekas gigitan atau bagian yang terserang mengalami pembusukan, akhirnya tanaman menjadi layu, pertumbuhan tanaman menjadi kerdil atau mati. Penyebab: lalat bibit dengan ciri-ciri warna lalat abu-abu, warna punggung kuning kehijauan dab bergaris, warna perut coklat kekuningan, warna telur putih mutiara, dan panjang lalat 3-3,5 mm. Pengendalian: (1) penanaman serentak dan penerapan pergiliran tanaman akan sangat membantu memutus siklus hidup lalat bibit, terutama setelah selesai panen jagung; (2) tanaman yang terserang lalat bibit harus segera dicabut dan dimusnahkan, agar hama tidak menyebar; (3) kebersihan di sekitar areal penanaman hendaklah dijaga dan selalu diperhatikan terutama terhadap tanaman inang yang sekaligus sebagai gulma; (4) pengendalian secara kimiawi insektisida yang dapat digunakan antara lain: Dursban 20 EC, Hostathion 40 EC, Larvin 74 WP, Marshal 25 ST, Miral 26 dan Promet 40 SD sedangkan dosis penggunaan dapat mengikuti aturan pakai.
Ulat pemotong
Gejala: tanaman jagung yang terserang biasanya terpotong beberapa cm diatas permukaan tanah yang ditandai dengan adanya bekas gigitan pada batangnya, akibatnya tanaman jagung yang masih muda itu roboh di atas tanah. Penyebab: beberapa jenis ulat pemotong: Agrotis sp. (A. ipsilon); Spodoptera litura, penggerek batang jagung (Ostrinia furnacalis), dan penggerek buah jagung (Helicoverpa armigera). Pengendalian: (1) bertanam secara serentak pada areal yang luas, bisa juga dilakukan pergiliran tanaman; (2) dengan mencari dan membunuh ulat-ulat tersebut yang biasanya terdapat di dalam tanah; (3) sebelum lahan ditanami jagung, disemprot terlebih dahulu dengan insektisida.
Penyakit
Penyakit bulai (Downy mildew)
Penyebab: cendawan Peronosclero spora maydis dan P. spora javanica serta P. spora philippinensis. yang akan merajalela pada suhu udara 27 derajat C ke atas serta keadaan udara lembab. Gejala: (1) pada tanaman berumur 2-3 minggu, daun runcing dan kecil, kaku dan pertumbuhan batang terhambat, warna menguning, sisi bawah daun terdapat lapisan spora cendawan warna putih; (2) pada tanaman berumur 3-5 minggu, tanaman yang terserang mengalami gangguan pertumbuhan, daun berubah warna dan perubahan warna ini dimulai dari bagian pangkal daun, tongkol berubah bentuk dan isi; (3) pada tanaman dewasa, terdapat garis-garis kecoklatan pada daun tua. Pengendalian: (1) penanaman dilakukan menjelang atau awal musim penghujan; (2) pola tanam dan pola pergiliran tanaman, penanaman varietas unggul; (3) dilakukan pencabutan tanaman yang terserang, kemudian dimusnahkan.
Penyakit bercak daun (Leaf bligh)
Penyebab: cendawan Helminthosporium turcicum. Gejala: pada daun tampak bercak memanjang dan teratur berwarna kuning dan dikelilingi warna coklat, bercak berkembang dan meluas dari ujung daun hingga ke pangkal daun, semula bercak tampak basah, kemudian berubah warna menjadi coklat kekuning-kuningan, kemudian berubah menjadi coklat tua. Akhirnya seluruh permukaan daun berwarna coklat. Pengendalian: (1) pergiliran tanaman hendaknya selalu dilakukan guna menekan meluasnya cendawan; (2) mekanis dengan mengatur kelembaban lahan agar kondisi lahan tidak lembab; (3) kimiawi dengan pestisida antara lain: Daconil 75 WP, Difolatan 4 F.
Penyakit karat (Rust)
Penyebab: cendawan Puccinia sorghi Schw dan Puccinia polypora Underw. Gejala: pada tanaman dewasa yaitu pada daun yang sudah tua terdapat titik-titik noda yang berwarna merah kecoklatan seperti karat serta terdapat serbuk yang berwarna kuning kecoklatan, serbuk cendawan ini kemudian berkembang dan memanjang, kemudian akhirnya karat dapat berubah menjadi bermacam-macam bentuk. Pengendalian: (1) mengatur kelembaban pada areal tanam; (2) menanam varietas unggul atau varietas yang tahan terhadap penyakit; (3) melakukan sanitasi pada areal pertanaman jagung; (4) kimiawi menggunakan pestisida seperti pada penyakit bulai dan bercak daun.
Penyakit gosong bengkak (Corn smut/boil smut)
Penyebab: cendawan Ustilago maydis (DC) Cda, Ustilago zeae (Schw) Ung, Uredo zeae Schw, Uredo maydis DC. Gejala: pada tongkol ditandai dengan masuknya cendawan ini ke dalam biji sehingga terjadi pembengkakan dan mengeluarkan kelenjar (gall), pembengkakan ini menyebabkan pembungkus terdesak hingga pembungkus rusak dan kelenjar keluar dari pembungkus dan spora tersebar. Pengendalian: (1) mengatur kelembaban areal pertanaman jagung dengan cara pengeringan dan irigasi; (2) memotong bagian tanaman kemudian dibakar; (3) benih yang akan ditanam dicampur dengan fungisida secara merata hingga semua permukaan benih terkena.
Penyakit busuk tongkol dan busuk biji
Penyebab: cendawan Fusarium atau Gibberella antara lain Gibberella zeae (Schw), Gibberella fujikuroi (Schw), Gibberella moniliforme. Gejala: dapat diketahui setelah membuka pembungkus tongkol, biji-biji jagung berwarna merah jambu atau merah kecoklatan kemudian berubah menjadi warna coklat sawo matang. Pengendalian: (1) menanam jagung varietas unggul, dilakukan pergiliran tanam, mengatur jarak tanam, perlakuan benih; (2) penyemprotan dengan fungisida setelah ditemukan gejala serangan.
Panen
Hasil panen jagung tidak semua berupa jagung tua/matang fisiologis, tergantung dari tujuan panen. Seperti pada tanaman padi, tingkat kemasakan buah jagung juga dapat dibedakan dalam 4 tingkat: masak susu, masak lunak, masak tua dan masak kering/masak mati.
Ciri dan Umur Panen
Ciri jagung yang siap dipanen adalah:
a) Umur panen adalah 86-96 hari setelah tanam.
b) Jagung siap dipanen dengan tongkol atau kelobot mulai mengering yang ditandai dengan adanya lapisan hitam pada biji bagian lembaga.
c) Biji kering, keras, dan mengkilat, apabila ditekan tidak membekas.
Jagung untuk sayur (jagung muda, baby corn) dipanen sebelum bijinya terisi penuh. Saat itu diameter tongkol baru mencapai 1-2 cm. Jagung untuk direbus dan dibakar, dipanen ketika matang susu. Tanda-tandanya kelobot masih berwarna hijau, dan bila biji dipijit tidak terlalu keras serta akan mengeluarkan cairan putih. Jagung untuk makanan pokok (beras jagung), pakan ternak, benih, tepung dan berbagai keperluan lainnya dipanen jika sudah matang fisiologis. Tanda-tandanya: sebagian besar daun dan kelobot telah menguning. Apabila bijinya dilepaskan akan ada warna coklat kehitaman pada tangkainya (tempat menempelnya biji pada tongkol). Bila biji dipijit dengan kuku, tidak meninggalkan bekas. Selengkapnya...
Cara buat Blog
Untuk jenis bisnis sekarang beragam macam banyak ada bisnis offline dan ada bisnis online, jika anda ingin punya bisnis online seperti toko online maka anda harus punya blog, blog ada yang berbayar ada yang gratisan, nah bagi anda pemula bisnis toko online sebaiknya mulailah dari blog gratisan dulu. Karena blog gratisan ini tidak kalah jauh dengan blog berbayar.Blog yang menawarkan secara gratisan ini cukup banyak ada .co.cc, blogspot,wordpress, dot tk dll.Untuk anda yang baru mulai membuat toko online.
Disini saya bantu anda cara buat blog gratisan tetapi disini yang di bahas hanya blogspot.com
Langkah langkah buat blog gratisan di blogspot.
1.Harus punya alamat Email
2.Buka www.Blogger.com
3.Bagi yang sudah punya account Google langsung aja klik tanda panah bertuliskan “Ciptakan Blog Anda” di bagian kiri bawah
5.Bagi yang sudah punya account Google, sesudah anda sign in dengan account Google anda, anda mulai bisa membuat blog anda. Silahkan anda tentukan nama blog anda dan alamat blog yang anda inginkan. Pastikan setelah anda memilih alamat blog anda, anda melakukan “Cek Ketersediaan” alamat tersebut sebelum menekan tombol “Lanjutkan”seperti gambar di bawah ini.
6.Sekarang nama dan alamat blog anda sudah tersedia. Langkah terakhir yang harus anda lakukan adalah menentukan themes/template untuk blog baru anda. Lihat gambar dibawah contoh template
7.Selesai dan siap untuk menulis artikel di postingan klik mulai blogging lihat gambar diatas. Selengkapnya...
Selasa, 15 Maret 2011
info usaha: Hasil MU vs Marseille
info usaha: Hasil MU vs Marseille: "Setan Merah julukan Manchester United berhasil lolos ke perempatfinal Liga Champion setelah sukses menumbangkan tamunya Marseille dengan sko..."
Selengkapnya...
Hasil MU vs Marseille
Tanpa diperkuat dua bek inti Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic, United tetap tampil menyerang sejak menit awal. Nani yang sempat absen karena cedera sudah kembali dimainkan.
Jelang akhir babak pertama United harus kehilangan bek John O'Shea yang harus ditarik keluar dan digantikan oleh Rafael karena cedera. Skor 1-0 untuk keunggulan United bertahan hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, saling tekan kembali terjadi. Marseille yang berambisi mengincar hasil imbang dan berharap pada agresivitas gol tandang, beberapa kali mengancam gawang Edwin van der Sar. Begitu juga United.
Usaha tuan rumah menemui hasil pada menit ke-75. Umpan terobosan Antonio Valencia yang masuk pada babak kedua, diteruskan Ryan Giggs dengan umpan silang kepada Chicarito yang untuk kedua kalinya menjebol gawang Mandanda. MU memimpin 2-0.
Brown yang ditempel ketat oleh Gabriel Heinze tidak dapat mengantisipasi umpan tendangan sudut Lucho Gonzalez sehinnga Brown mengarahkan bola ke jala gawang sendri.
Empat menit tambahan waktu yang diberikan wasit tak bisa dimanfaatkan Marseille untuk mengejar gol dan hingga pluit panjang tanda berakhirnya pertandingan skor tetap bertahan 2-1 untuk kemenangan MU sekaligus membawa pasukan setan merah ke perempat final Selengkapnya...
Usaha Rumahan
Langkah awal untuk memulai usaha rumahan tidak ber beda jauh dengan usaha lain pada umumnya. Yang perlu diperhatikan adalah tentukan terlebih dahulu jenis usaha apa yang akan di lakoni, karena ini adalah langkah awal yang sangat menentukan. Bisnis yang dijalankan dari rumah, bagi ibu rumah tangga sangat tepat sekali sasarannya karena mempunyai waktu yang lebih dibandingkan suami. karena seorang ibu rumah tangga bisa membagi waktu untuk keluaraga dan urusan bisnis. Tetapi usaha rumahan tidak selalu bagi ibu rumah tangga diperuntukkan, seorang mahasiswa dan karyawan pasti bisa melakukan hal ini. Seorang Ibu rumah tangga, Mahasiswa maupun karyawan untuk merintis usaha rumahan ini akan lebih bijaksana untuk merencanakan modal dan waktuDalam dunia usaha modal adalah no 1 tetapi tidak harus bermodal besar sampai puluhan juta. dan tempat juga tidak harus dengan menyewa segala, Anda bisa berbisnis di rumah, dengan modal yang murah.
Berikut beberapa contoh bisnis rumahan yang bisa Anda jalankan dengan modal terjangkau dan bisa dijalankan dirumah:
BISNIS MAKANAN DAN MINUMAN
1. Memanfaatkan singkong, ubi, kentang dan buah-buahan diolah menjadi makanan ringan
2. Membuka warung sayuran di depan rumah
3. Membuka warung sarapan
4. Membuat kue untuk hari-hari tertentu
5. Membuka kafe sederhana dengan minuman jus buah-buahan
6. Menjual susu kedelai dan sejenisnya
7. Menjual minuman aneka rasa
8. Membuka cateringan
9. Menjual buah-buahan
10. Menjual makanan khas daerah seperti Mie aceh, nasi kucing, ketoprak dll
BISNIS DI BIDANG AKSESORIS
1. Menjual Voucher hp dan perdana
2. Membuat dan menjual Handy craft
3. Menjual Pakaian anak-anak
4. Mencetak kartu undangan
5. Menjual pernik-pernik
6. Menjual mainan anak-anak
7. Menjual BBM
8. Buka warung Serba ada
9. Menjahit Pakaian
BISNIS DI BIDANG JASA DAN SEWA
1. Jasa cuci Pakaian (Laundry)
2. Salon kecantikan
3. Pangkas
4. Salon Motor dan Mobil
5. Jasa sewa peralatan pesta
6. Jasa rias pengantin
7. DoorSmeer sepeda motor
8. Service sepeda
9. Jasa pengurusan passport, Sim, STNK
10. Jasa kurir
11. Membuka rental komik atau buku-buku
12. Membuka Kursus-kursus
13. Membuka rental PS
14. Membuka warnet
15. Jasa pengetikan
16. Loket pembayaran Listrik, Air dan Telephon
Selengkapnya...
Liga Champions 2010-2011 MU vs Marseille
Setelah sukses mengalahkan arsenal 2-0 pada pekan lalu membuat Manchester United semakin percaya diri untuk menghadapi lanjutan babak 16 Besar Liga Champion 2010/11. Dengan banyak pilar yang disimpan pada minggu lalu, pasukan fergie diyakini bakal bermain ofensif kala menjamu Olympique Marseille.
Hasil imbang 0-0 saat leg pertama saat menghadapi Les Marseilles membuat pacuan para pemain utama MU harus tampil benar-benar bugar dalam duel penetuan kali ini yang ditayangkan langsung RCTI pada pukul 02.45.
Saat menghadapi Arsenal di Piala FA, Fergi bisa memainkan pola serangan balik, tapi tidak demikian halnya ketika menghadapi pasukan Didier di Old Trafford pada Rabu dini hari nanti.
Didier Deschamps adalah seorang arsitek tim yang sanggup menghela timnya bermain ngotot dan cenderung bertahan untuk menghasilkan torehan positif.
Saat leg pertama, pemain yang sudah lama diistirahatkan yaitu Gibson diturunkan sang arsitak sejak kick off
Head to head Manchester United vs Marseille:
23 Feb 2011 Marseille 0-0 Manchester United
19 Okt 1999 Marseille 1-0 Manchester United
29 Sept 1999Manchester United 2-1 Marseille
Prediksi Susunan dan Formasi Pemain Manchester United vs Marseille:
MU (4-3-2-1): 1-Van der Sar, 22-O'Shea, 12-Smalling, 15-Vidic, 3-Evra, 24-Fletcher, 16-Carrick, 18-Scholes, 10-Rooney, 25-Valencia, 9-Berbatov.
Cadangan: 29-Kuszczak, 6-Brown, 28-Gibson, 26-Obertan, 20-Fabio, 14-Chicharito.
Marseille (4-2-3-1): 30-Mandanda, 24-Fanni, 21-Diawara, 17-Mbia, 19-Heinze, 12-Kabore, 7-Cheyrou, 11-Remy, 8-Lucho, 20-A.Ayew, 9-Brandao.
Cadangan: 16-Andrade, 3-Taiwo, 5-Hilton, 6-Cisse, 15-J.Ayew, 28-Valbuena, 10-Gignac.
Selengkapnya...
Minggu, 13 Maret 2011
Budidaya Cabe
Cabe ( Capsium annum Var Longum) merupakan komoditi sayuran yang paling banyak dicari oleh ibu-ibu jika berbelanja sayuran dipasar walaupun harga cabai merah melambung tinggi, komoditi ini tetap dicari dan selalu ada di setiap rumah tangga. Akhir-akhir ini harga cabe sampai pada kisaran Rp 50 ribu sampai 80 ribu/ kg nya, menyebabkan komoditi tersebut masuk pembicaraan nasional.
Betapa tidak! dimusim hujan, harga cabe cenderung melambung tinggi. Hal inilah salah satunya yang membuat petani sangat meminati komoditi ini untuk dibudidayakan, tetapi kalau di tanam secara tradisional hasilnya pun tidak akan maksimal. sebab pada musim hujan serangan hama dan penyakit sangat rentan terhadap tanaman ini ditambah lagi resiko kebanjiran dikala musim hujan. Selain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, permintaan komoditi ini oleh industri dari hari ke hari terus meningkat, seiring dengan makin maraknya industri pengolahan bahan makanan menggunakan cabe sebagai bahan baku utamanya, misalkan sambal, saus, dan mie instan.
Untuk membudidayakan komoditi cabe tersebut, ada beberapa varietas cabe yang bisa digunakan seperti varietas lokal yakni Tit Super Lv, merupakan cabai dataran rendah yang cocok ditanam sepanjang tahun pada musim hujan. Panjang buahnya mencapai 12-14 cm, diameter 1,5 cm dan umur panen adalah 90 hari setelah semai. Produksinya mencapai 20 ton perhektar. “Kemudian jenis keriting lokal yang tahan tanam dimusim hujan antara lain, varietas lokal daerah Karo,Sumatera barat, Lampung,Kudus, Rembang, Garut dan varietas lokal daerah yang benihnya telah diseleksi oleh perusahaan benih, seperti jenis Laris yang dapat ditanam pada ketinggian 0-700 mdpl(meter dari permukaan laut), dimana panjang buahnya mencapai 15-18 cm dan rasanya sangat pedas, produksinya 18 ton perhektar. Selain itu varietas cabe jenis Cemeti yang dinilai sangat tahan terhadap penyakit, sesuai ditanam dimusim hujan.Bentuk buahnya panjang, dapat dipanen pada umur 60-90 hari setelah tanam, produksinya mencapai 18 ton/ha.
Selain variates diatas juga tersedia varietas lainnya, seperti jenis unggul/hibrida yang terdiri dari Hot Beauty(457), varietas ini tahan terhadap penyakit dimusim hujan, panjang buah 13 cm, diameter 1,4 cm, berat rata-rata buah 7,5 gram, dipanen pada umur 75 hari setelah tanam didataran rendah, untuk dataran tinggi panen mencapai 90-100 hari. “Jenis cabe Hybrid TM-999 yang berasal dari Hungnong, Korea dapat terus menerus berbunga sehingga dapat dipanen dalam jangka panjang, denga ukuran buah panjang 12,5 cm dengan berat buah 5-6 gram, dipanen pada umumnya 90 hari setelah tanam untuk dataran rendah dan 105 hari pada dataran tinggi, dengan hasil tanaman 0,8-1,2 kilogram perpohon,” imbuhnya.
Jenis lainnya, yakni Maraton, dapat ditanam pada ketinggian 0-800 mdpl. Tahan terhadap penyakit layu Pseudomonas, patek/antraknosa dan bercak daun bakteri, baik ditanam pada musim hujan dengan berat buah 12,5-14,3 gram. Umur dapat dipanen 70-75 hari setelah tanam.uksi 1-1,5 kg/tanaman atau 18-27 ton/Ha. “Selain itu juga ada jenis CTH-01, Home Flavor, Kunthi dan Taro.
Sebaiknya dalam menanam cabe tersebut sebaiknya, dipilih bekas tanaman padi, malah bukan bekas tanaman cabe atau bekas tanaman komoditi lain seperti tomat, kentang, terong dan sebagainya. Untuk itu, usahakan lokasi mendapat penyinaran matahari optimal.Bercocok tanam cabe jangan sampai terlindung oleh pohon besar dan jangan ditempat yang tergenang air.Serta hindari tanah liat dan masam, dengan PH tanah(derajat keasaman yang dikehendaki berkisar 5,5-6,3, sedangkan PH optimal 6,0-6,5. Tanaman cabai dapat tumbuh pada ketinggian 0-1200 mdpl, namun yang terbaik pilih ketinggian 200-600 mdpl.
Tahap-tahap becocok tanam cabe
1. Pembibitan
Dalam hal pembibitan sebaiknya dilakukan apabila penyiapan lahan sudah 80% selesai. Hal ini untuk menghindari dari bibit terlalu tua (terlambat tanam), selain itu, persiapan media semai terdiri dan tanah, pupuk kandang, pupuk SP-36 ditambah insektisida furadan. Perbandingan 2 ember tanah + 1 ember pupuk kandang + 165 gram SP-36 + 75 gram furadan. Untuk pembibitan memakai polybag ukuran 8 x 10 cm, 6 x 10 cm, untuk penanaman 1 ha dibutuhkan pembibitan polybag sebanyak 20.000 polybag termasuk cadangan untuk sisipan. Langkah selanjutnya, ungkapnya, upaya mensterilkan media sesuai dengan fumigan, dimana Media semai sebaiknya disterilisasi terlebih dahulu dengan menggunakan fumigan tanah (Basamid G). Tujuannya apabila Basamid G terkena air akan mengeluarkan gas metil isotiosianat yang dapat membunuh serangga, cendawan, nematoda dan bakteri serta mematikan benih gulma yang akan tumbuh. Dan, selanjutnya, memberil perlakuan benih agar beban penyakit.
Sebelum benih ditebar dipembibitan /ditanam dalam polybag,benih harus diberi perlakuan. Ada dua cara pemberian perlakukan, dimana pertama dengan perlakuan basah berupa, yakni sebelum benih disemai terlebih dahulu benih direndam dalam larutan air yang diberi fungisida dan bakterisida (air 1 ltr + 1,5 ml previcurn + 1,2 gram Agrimycin) selama 4-6 jam. Kemudian benih dibungkus handuk/koran dibasahi lalu diperam dalam kaleng biskuit yang diberi lampu 15 watt, selama 3—4 han benih berkecambah 0,5-1,0 mm dan siap disemaikan.
Sedangkan Perlakuan kering, lanjutnya, sebelum benih disemai terlebih dahulu kemasan dibuka, diberi fungisida Derosol 60 Wp satu sendok dan Agrimycin setiap kemasan benih dan dikocok sampai merata, kemudian benih siap disemai.
2. Pemeliharaan bibit
Selama bibit masih dalam rumah pembibitan, diharapkan untuk tetap mendapat pemeliharaan. “Untuk mendapatkan bibit siap tanam yang berkualitas baik, jadwal pembukaan dan penutupan sungkup, hendaknya dilakukan pada pagi hari bibit perlu mendapat sinar matahari, maka sungkup dibuka s/d jam 10.00 WIB, sungkup ditutupkan kembali saat panas mulai terik jam 10.00 - 16.00 WIB bila hujan sungkup tetap ditutup untuk menghindari dari percikan air hujan, Sedangkan pola penyiraman dilakukan setiap hari, penyiangan / Gulma dilakukan pada musim hujan, karena gulma mudah tumbuh, maka pembibitan perlu disiangi dengan cara mencabut gulma yang turnbuh pada areal pembibitan.
Untuk tahap pemupukan cukup menggunakan pupuk melalui daun (penyemprotan) dengan mempergunakan pupuk daun, berdosis 1 gram atau 1 ml/ltr air, selain itu dalam hal pengendalian H/P, ujar Rajimin, hama yang menyerang biasanya adalah ulat tanah ( Agrotis ipsilon). Hal itu terlihat dengan tanda-tandanya bibit mati terpotong, penyakit lainnya biasanya yang meyerang tanaman cabai berupa cendawan ( Pythium Aphanider Matum), untuk jenis ini tanda—tanda serangan batang mudah layu. Mengantisipasinya dapat dilakukan penyemprotan Insektisida yang digunakan Decis, Fungisida yang digunakan Dithane M.45 dosis 0,5 dan konsentrasi yang biasa dilakukan, pengendalian dilakukan sebaiknya 3 hari sebelum pindah tanam.
3. Mempersiapkan lahan untuk tanam
Persiapan lahan untuk penanaman cabai, dilakukan dengan langkah-langkah Pembuatan bedengan, dengan lebar bedengan 100—120 cm, untuk selokan, lebar selokan 60—70 cm dan panjang bedengan sesuai keadaan, sedangkan tingginya berkisar 30 cm sampai 50 cm.
Untuk menaikkan PH Tanah, sebaiknya dilakukan pengapuran tanah, dengan caranya, pada saat pengolahan tanah, diberikan kapur pertanian yang menggunakan, Kalsit/Kaptan CaCO3, Dalomite Ca Mg (CO) berdosis, 2 sampai 4 Ton/Ha atau 200-400 gram/m2.
Pemupukan bedengan, ujarnya, dilakukan pada saat pemasangan Mulsa Plastik Hitam Perak (MPHP) sebanyak 85% dan total pupuk yang akan diberikan. Pada musim hujan pemberian N jangan terlalu banyak akan menyebabkan hatang tanaman cabai banyak mengandung air (sukulen), tanaman yang sukulen akan mudah terserang H/P
Tabel : Jenis dan Dosis Pupuk
No Jenis Pupuk Dosis / Tanaman( Gram ) Dosis / Ha ( Kg )
1 ZA 10
2 Pupuk kandang
3 KCL
4 TSP / SP-36
5 Urea 35
6 Borote
Pemberian pupuk kandang pada saat pengolahan lahan 70%, dengan perkiraan 1 kg/tanaman. Pemberian pupuk kimia dengan pupuk kandang berselang 2 minggu setelah pemberian pupuk kandang. Bedengan yang telah dipupuk supaya dirapikan, kemudian disiram secukupnya lalu mulsa plastik hitam perak (MPHP) segera dipasang.
Sedangkan untuk Pemasangan mulsa sebaiknya dilakukan pada jam 09.00—14.00 WIB pada saat cuaca panas. Alasannya agar mulsa plastik mudah dikembangkan bila ditarik kencang. Pada sisi-sisi mulsa dipasang pasak yang terbuat dan bambu agar kelihatan rapi dan tidak bergeser. Kemudian dibuat lubang pada plastik dengan menggunakan kaleng susu yang diisi dengan ara api dengan jarak 60 x 70 cm secara zigzag.
Populasi tanam, perhektarnya dengan jarak tanam 60 x 70 cm, atau untuk lahan datar sebanyak 16.000 batang, sedangkan untuk lahan terasering,hendaknya sebayak 14.000 batang. Tapi, apabila lahan pertanaman berbentuk terasering bukan lahan datar, maka penanaman sebaiknya dimulai dan hamparan paling bawah, dengan demikian apabila tanaman tua terserang penyakit tidak akan menular ketanaman muda lewat air yang mengalir. Ditegaskannya, penggunaan bibit yang agar seragam, dimana dalam satu petakan/bedengan usahakan bibit yang ditanam seragam besarnya. Sedangkan untuk umur bibit siap ditanam, imbuhnya pada umur 20-25 hari (berdaun 3-4 helai). Penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari, dan pada musim hujan penanaman dapat dilakukan kapan saja asalkan kondisi udara tidak terlalu panas.
Selengkapnya...










